Sabtu, 14 Juni 2014

1. Di bawah ini adalah hasil percobaan daya hantar listrik dari beberapa larutan.

Larutan Lampu Banyak gelembung
1 Menyala terang Banyak
2 Menyala redup Banyak
3 Tidak menyala Sedikit
4 Tidak menyala Tidak ada

Dari data di atas, pasangan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah berturut-turut adalah ...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

Jawaban :
B. (1 dan 3)


2. Zat di bawah ini yang termasuk elektrolit senyawa kovalen dan bersifat basa adalah....
A. NaOH
B. CH3COOH
C. HCl
D. P(OH)3
E. C12 H22 O11
Jawaban : A.(NaOH)

3. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adalah ....
A. Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan listrik
B. Elektrolit adalah zat yang mengandung ion-ion yang bebas bergerak
C. Elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutan atau leburannya dapat menghantarkan listrik
D. Elektrolit adalah zat yang mengandung elektron-elektron yang bebas bergerak
E. Elektrolit adalah zat yang mengandung molekul- molekul yang bebas bergerak
Jawaban :
A (elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik)


4. Di bawah ini, yang dapat menghantarkan listrik paling baik adalah ....
A. larutan gula 0,1 M
B. larutan asamasetat 0,1 M
C. larutan asam asetat 1 M
D. larutan NaCl 0,1 M
E. larutan NaCl 1M
Jawaban :
E. (larutanNaCl 1 M, semakin besar konsentrasi maka daya hantarnya semakin bagus)


5. Asamklorida merupakan... jika dilarutkan kedalamair bersifat ....
A. senyawa ionik; non elektrolit B. senyawa ionik; elektrolit
C. senyawa kovalen; non elektrolit
D. senyawa kovalen; elektrolit
E. senyawa kovalen non polar; non elektrolit
Jawaban:
D(asamklorida senyawa ionic merupakan jika dilarutkan kedalam air bersifat elektrolit )


6. Di bawah ini, zat yang dalam lelehannya tidak dapat menghantarkan listrik adalah....
A. NaCl
B. C12H22O11
C. CaCl2
D. KI
E. Al2(SO4)3
Jawaban : B ( B. C12H22O11 ) glukosa

7. Garam dapur dan cuka keduanya menghantarkan arus listrik. Hal ini menunjukkan bahwa kedua larutan itu adalah ....
A. bersifat asam
B. bersifat basa
C. bersifat netral
D. dapat saling bereaksi
E. mengandung ion
Jawaban:
E. mengandung ion


8. Senyawa HCl merupakan contoh dari ....
A. senyawa ionik yang elektrolit
B. senyawa ionik yang non elektrolit
C. senyawa kovalen yang elektrolit
D. senyawa kovalen yang non elektrolit
E. senyawa asam lemah yang non elektrolit
jawaban :
C. senyawa kovalen yang elektrolit


9. Suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik apabila mengandung....
A. elektron yang bergerak bebas
B. air yang dapat menghantarkan listrik
C. air yang terionisasi
D. logamyangmerupakan penghantar listrik
E. ion-ion yang bergerak bebas
Jawaban:
E (ion-ion yang bergerak bebas)


10. Lampu alat penguji elektrolit tidak menyala ketika elektrodanya dicelupkan ke dalam larutan asam cuka, tetapi pada elektroda tetap terbentuk gelembung gas.
Penjelasan untukkeadaan ini adalah ....
A. cuka bukan elektrolit
B. sedikit sekali cuka yang terionisasi
C. cuka merupakan elektrolit kuat
D. alat penguji elektrolit rusak
E. gas yang terbentuk adalah cuka yang menguap
Jawaban:
B (hal tersebut menunjukkan bahwa sedikit sekali cuka yang terionisasai).


11. Dari senyawa-senyawa di bawah ini yang termasuk elektrolit kuat adalah….
A. H2CO3
B. Ca(OH)2
C. NH4OH
D. HCl E. CH3COOH
Jawaban :
D. HCl (HCl termasuk larutan elektrolit kuat)


12. Pasangan senyawa di bawah ini yangmerupakan senyawa ion adalah ....
A. NaCl dan KBr
B. CH4 dan NH3
C. SO2 dan HCl
D. H2O dan HBr
E. KCl dan HCl
Jawaban :
A (NaCl dan KBr) karena terbentuk dari ikatan ionik dan senyawa ionik dapat menghantarkan arus listrik.


13.Larutandi bawahini yang dapat menghantarkanarus listrik adalah ....
A. gula pasir
B. alkohol
C. garam dapur
D. glukosa
E. urea
Jawaban :
garam dapur, jawaban yang benar adalah C


14. Larutan yang bukan elektrolit adalah ....
A. soda
B. minyak tanah
C. cuka
D. tawas
E. kaporit
Jawaban :
B (minyak tanah tidak dapat menghantarkan arus listrik)


15. Peristiwa terurainya molekul senyawa kovalen menjadi ion-ion disebut…
A. Ionisasi
B. Ion positif
C. Ion tunggal
D. Ion negatif
E. Kovalenisasi
Jawaban:
A (ionisasi merupakan peristiwa terurainya molekul mejadi ion-ionnya)
1.      Campuran antara air dan kopi bersifat sama dengan campuran antara air dan tanah . . . .
a.       Gula
b.      Garam
c.       Sirop
d.      Tanah
e.       Teh

Jawab : d
kopi dan tanah sama-sama tidak larut dalam air.
2.      Zat yang merupakan pelarut universal adalah . . . .
a.       Air
b.      Eter
c.       Alkohol
d.      Benzena
e.       Kloroform

Jawab : a
Zat yang merupakan pelarut universal adalah air

3.      Gula pasir dan garam dapur masing-masing sebanyak satu sendok makan dimasukkan ke dalam segelas air lalu diaduk. Zat terlarut dalam larutan tersebut adalah . . . .
a.       Air
b.      Gula pasir saja
c.       Garam dapur saja
d.      Gula pasir dan garam dapur
e.       Larutan gula pasir dan garam dapur

Jawab : d
Gula pasir dan garam dapur sama-sama larut dalam air, sehingga disebut zat terlarut. Sedangkan air adalah zat pelarutnya.
4.      Larutan natrium hidroksida mempunyai derajat ionisasi 1, artinya . . . .
a.       Tidak terionisasi
b.      Terionisasi sebagian
c.       Terionisasi sempurna
d.      Tetap berbentuk molekul NaOH
e.       Sebagian membentuk ion Na+ dan OH-
Jawab : c
elektrolit kuat dalam air dapat terionisasi sempurna dengan derajat ionisasi=1.
5.      Diketahui beberapa zat berikut :
1)      Garam dapur
2)      Gula pasir
3)      Asam cuka
Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, urutan larutan-larutan zat tersebut dari yang non elektolit ke yang lemah dan ke yang kuat ditunjukan oleh nomor. . . .
a.       1,2, dan 3
b.      1,3, dan 2
c.       2,1, dan 3
d.      2,3, dan 1
e.       3,2, dan 1
Jawab : d
Gula pasir = non elektrolit
Asam cuka = elektrolit lemah
Garam dapur = elekrolit kuat
6.      Gula pasir (sukrosa) di dalam air tetap sebagai molekul sukrosa (C12H22O11). Peristiwa ini menunjukan bahwa sukrosa bersifat . . . .
a.       Nonelektrolit
b.      Elektrolit kuat
c.       Elektrolit lemah
d.      Menyalakan lampu
e.       Menghantarkan listrik
Jawab : a
Gula pasir dalam air tidak terionisasi, sehingga tidak ada ion dalam larutan. Akibatnya, larutan gula tidak dapat menghantarkan listrik / nonelektrolit.
7.      Arus listrik dapat mengalir melalui elektrolit karena . . . .
a.       Munculnya gelembung gas
b.      Lampu menyala saat listrik dialirkan
c.       Arus mengalir dari kutub positif ke kutub negatif
d.      Larutan elektrolit tetap terbentuk molekul
e.       Terdapat ion-ion di dalam larutan yang dapat bergerak bebas

Jawab : c
Arus listrik dapat mengalir melalui elektrolit karena arus mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.
8.      Kristal senyawa ionik mempunyai ion-ion yang tidak dapat bergerak bebas. Ion-ion tersebut dapat bergerak bebas jika . . . .
a.       Didinginkan
b.      Dikristalkan
c.       Dilelehkan
d.      Diendapkan
e.       Dibekukan
Jawab : c
dalam bentuk padatan, senyawa ion memiliki susunan mampat dan rapat sehingga tidak dapat bergerak bebas. Dengan demikian, padatan senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik. Senyawa ion dapat menghantarkan listrik jika dilelehkan atau dilarutkan dalam air. Hal ini terjadi karena dalam bentuk lelehan atau larutan, ion-ionnya dapat bergerak bebas.
9.      HCl cair tidak dapat menghantarkan listrik, sedangkan larutan HCl dapat menghantarkan listrik. Berdasarkan fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa . . . .
a.       Air menyebabkan perubahan pada kekuatan arus listrik
b.      Arus listrik akan mengalir jika ada air sebagai mediumnya
c.       HCl cair berikatan kovalen, sedangkan larutan HCl merupakan senyawa berikatan ion
d.      HCl cair tidak terionisasi, tetapi jika dilarutkan ke dalam air akan terionisasi
e.       Adanya air mengubah HCl yang semula berikatan ion menjadi berikatan kovalen

Jawab : d
HCl cair tidak terionisasi, tetapi jika dilarutkan ke dalam air akan terionisasi.
10.  Data hasil pengamatan terhadap bebrapa larutan sebagai berikut


Larutan
Bola Lampu
Pengamatan Lain
1
Tidak menyala
Ada gelembung
2
Menyala
Ada gelembung
3
Tidak menyala
Tidak ada gelembung
4
Menyala
Ada gelembung
5
Tidak menyala
Tidak ada gelembung
Larutan yang bersifat elektrolit ditunjukan oleh nomor . . . .
a.       1,2 dan 3
b.      1,2 dan 4
c.       2,3 dan 4
d.      2,4 dan 5
e.       1,3 dan 5

Jawab : b
Larutan 1 bola lampu tidak menyala tetapi terdapat gelembung, berarti larutan tersebut elektrolit lemah. Sedangkan larutan 2 dan 4 bola lampu menyala dan terdapat gelembung, berarti kedua larutan tersebut elektrolit.
11.  Ion Ag+ dari larutan elektrolit AgCl dalam elekrolisis akan . . . .
a.       Melepas elektron ke anoda
b.      Melepas elektron ke katoda
c.       Menangkap elektron dari anoda
d.      Menangkap elektron dari katoda
e.       Menangkap ion negatif dari anoda

Jawab : d
Hantaran listrik pada larutan AgCl terjadi karena ion Ag+ menangkap elektron dari katoda.
12.  Larutan yang mempunyai daya hantar listrik paling besar adalah  . . . .
a.       HCl 0,1 M
b.      C2H5OH  0,1 M
c.       NH4OH 0,1 M
d.      HCOOH 0,1 M
e.       K2SO4 0,1 M

Jawab : a
Larutan HCl di dalam air terurai menjadi ion hidrogen bermuatan positif dan ion klorida bermuatan negatif.
13.  Berikut merupakan ionisasi yang terjadi pada senyawa H2SO4. Ionisasi yang benar adalah . . . .
a.       H2SO4 → H2 + SO4
b.      H2SO4 → H2 + SO42-
c.       H2SO4 → 2H+ + SO42-
d.      H2SO4 → 2H2 + SO4
e.       H2SO4 → 2H2 + S + O2

Jawab : c
H2SO4 → 2H+ + SO42-
14.  Gas yang dihasilkan saat penghantaran listrik dilakukan menggunakan larutan HCl adalah . . . .
a.       Klorin
b.      Iodin
c.       Bromin
d.      Karbon monoksida
e.       Karbon dioksida

Jawab : a
Gas yang dihasilkan saat penghantaran listrik dilakukan menggunakan larutan HCl adalah gas klorin dan gas hidrogen.
15.  Larutan yang menyebabkan lampu tidak menyala dan tidak muncul gelembung gas disekitar elektroda saat dilakukan uji dengan alat uji elektrolit adalah . . . .
a.       NaOH
b.      H2SO4
c.       HCOOH
d.      CH3COOH
e.       C2H5OH


Jawab : e
Larutan C2H5OH tidak terurai menjadi ion-ion saat dilarutkan sehingga tidak adapat menghantarkan listrik.
16.  Salah satu faktor yang memengaruhi daya hantar listrik larutan elektrolit adalah
 . . . .
a.       Bola lampu
b.      Sumber arus listrik
c.       Volume larutan elektrolit
d.      Konsentrasi larutan elektrolit
e.       Jumlah air dalam larutan elektrolit

Jawab : d
Salah satu faktor yang memengaruhi daya hantar listrik larutan elektrolit adalah konsentrasi larutan elektrolit
17.  Anion yang terbentuk jika CuCl2 terionisasi di dalam air adalah . . . .
a.       Cu+
b.      Cu2+
c.       Cl-
d.      Cl2+
e.       Cl2-
Jawab : c
CuCl2 → Cu2+  + Cl-
Anion yang terbentuk adalah Cl-
18.  Pada penghantaran listrik melalui larutan ZnBr2, ion Br- akan melepaskan elektron ke . . . .
a.       Anoda
b.      Katoda
c.       Anion
d.      Kation
e.       Elektroda

Jawab : a
Pada penghantaran listrik melalui larutan ZnBr2, ion Br- akan melepaskan elektron ke anoda dengan menghasilkan gas bromin.
19.  Derajat ionisasi larutan gula dan larutan alkohol besarnya sama yaitu . . . .
a.       0
b.      0,25
c.       0,5
d.      0,75
e.       1

Jawab : a
Larutan gula dan larutan alkohol mempunyai derajat ionisasi yaitu 0. Karena kedua larutan tersebut tidak terurai menjadi ion-ion saat dilarutkan dalam air.
20.  Suatu larutan jika diuji dengan alat penguji elektrolit menunjukan adanta nyala lampu yang terang dan timbulnya gelembung gas. Larutan tersebut kemungkinan merupakan campuran . . . .
a.       Gula dan air
b.      Urea dan air
c.       Sirop dan air
d.      Asam cuka dan air
e.       Garam dapur dan air

Jawab : e
Garam dapur + air adalah campuran elektrolit kuat. Karena ion-ionnya terionisasi sempurna.
Soal Latihan 1.1 Perubahan massa atom disebabkan perubahan standar. Hitung massa atom hidrogen dan karbon menurut standar Berzelius (O = 100). Jawablah dengan menggunakan satu tempat desimal.
Jawab.
Massa atom hidrogen = 1 x (100/16) = 6,25 (6,3), massa atom karbon = 12 x (100/16)=75,0
Massa atom hampir semua unsur sangat dekat dengan bilangan bulat, yakni kelipatan bulat massa atom hidrogen. Hal ini merupakan kosekuensi alami fakta bahwa massa atom hidrogen sama dengan massa proton, yang selanjutnya hampir sama dengan massa neutron, dan massa elektron sangat kecil hingga dapat diabaikan. Namun, sebagian besar unsur yang ada secara alami adalah campuran beberapa isotop, dan massa atom bergantung pada distribusi isotop. Misalnya, massa atom hidrogen dan oksigen adalah 1,00704 dan 15,9994. Massa atom oksigen sangat dekat dengan nilai 16 agak sedikit lebih kecil.
Contoh Soal 1.2 Perhitungan massa atom. Hitung massa atom magnesium dengan menggunakan distribsui isotop berikut: 24Mg: 78,70%; 25Mg: 10,13%, 26Mg: 11,17%.
Jawab:
0,7870 x 24 + 0,1013 x 25 +0,1117 x 26 = 18,89+2,533+2,904 = 24,327(amu; lihat bab 1.3(e))
Massa atom Mg = 18,89 + 2,533 + 2,904 =24.327 (amu).
Perbedaan kecil dari massa atom yang ditemukan di tabel periodik (24.305) hasil dari perbedaan cara dalam membulatkan angkanya.
Massa molekul dan massa rumus
Setiap senyawa didefinisikan oelh rumus kimia yang mengindikasikan jenis dan jumlah atom yang menyususn senyawa tersebut. Massa rumus (atau massa rumus kimia) didefinisikan sebagai jumlah massa atom berdasarkan jenis dan jumlah atom yang terdefinisi dalam rumus kimianya. Rumus kimia molekul disebut rumus molekul, dan massa rumus kimianya disebut dengan massa molekul.5 Misalkan, rumus molekul karbon dioksida adalah CO2, dan massa molekularnya adalah 12 +(2x 6) = 44. Seperti pada massa atom, baik massa rumus dan massa molekul tidak harus bilangan bulat. Misalnya, massa molekul hidrogen khlorida HCl adalah 36,5. Bahkan bila jenis dan jumlah atom yang menyusun molekul identik, dua molekul mungkin memiliki massa molekular yang berbeda bila ada isostop berbeda yang terlibat.
Tidak mungkin mendefinisikan molekul untuk senyawa seperti natrium khlorida. Massa rumus untuk NaCl digunakan sebagai ganti massa molekular.
Contoh Soal 1.3 Massa molekular mokelul yang mengandung isotop.
Hitung massa molekular air H2O dan air berat D2O (2H2O) dalam bilangan bulat.
Jawab
Massa molekular H2O = 1 x 2 + 16 = 18, massa molekular D2O = (2 x 2) + 16 = 20
Perbedaan massa molekular H2O dan D2O sangat substansial, dan perbedaan ini sifat fisika dan kimia anatara kedua jenis senyawa ini tidak dapat diabaikan. H2O lebih mudah dielektrolisis daripada D2O. Jadi, sisa air setelah elektrolisis cenderung mengandung lebih banyak D2O daripada dalam air alami.
 1 [L=6,02 x 1023] Hitunglah jumlah partikel dari :
a)    0,6 mol gas SO2
b)    28 gram besi ( Fe)
c)    6,72 liter gas NO2 dalam keadaan STP
Ar S=32 ,N=14 , O=16,Fe=56
PEMBAHASAN :
a)    0,6 mol gas SO2
→ 0,6 x 6,02 x 1023 = 3,612 x 1023 molekul SO2
b)    28 gram Besi (Fe)
→ Mol Fe= Massa Fe : mm = 28 gram : 56 = 0,5 mol
Jumlah partikel Fe = 0,5 x 6,02 x 1023 = 3,01 x 102
c)    6,72 liter gas NO2
→ Mol NO2 = Volume NO2  :  22,4 = 0,3 mol
Jumlah partikel NO2 = 0,3 x 6,02 x 1023 = 1,806 x 1023
2 Hitunglah massa dari :
a)    1,5 mol Na2O
b)    3,01 x 1024 atom Ni
c)    8,96 liter gas SO3 STP
d)    16 liter gas NO2 diukur pada keadaan 8 liter gas CO2 massanya 11 gram
Ar Na = 23 , S=32 , Ni=59, N=14,C=12 , O= 16
PEMBAHASAN :
a)    1,5 mol Na2O
→ Massa    = mol x mm
        = 1,5 x (23 (2) + 16)
        =1,5 x 62
        =93 gram
b)    3,01 x 1024 atom Ni
→Mol        = 3,01 x 1024 : 6,02 x 1023
                   = 5 mol
Massa        = mol x mm
                   = 5 mol x 59
                   =295 gram
c)    8,96 liter gas SO3 STP
→Mol        =8,96 liter : 22,4 liter = 0,4 mol
Massa        = mol x mm
                  =0,4 x 80
                  = 32 gram


d)    16 liter gas NO2 diukur pada keadaan 8 liter gas CO2 massanya 11 gram
→Mol NO2 : Mol CO2 = Volume NO2 : Volume CO2
    Massa NO2 / 46 : 11gram / 44 = 16 : 8
    Massa NO2 / 46 x 4 / 1 = 2 / 1
    4 Massa NO2 = 2 x 46
    Massa NO2 = 92 / 4
    Massa NO2 = 23 gram
3 Hitunglah volume dari :
a)    0,8 mol gas C3H8 STP
b)    1,204 x 1023 molekul gas NH3 STP
c)    23 gram gas NO2 STP
d)    7,5 gram gas C2H6 diukur pada keadaan 40 gram gas  SO3 volumnya 12 L
PEMBAHASAN :
a)    0,8 mol gas C3H8 STP
→V = 0,8 x 22,4 L = 17,92 L
b)    1,204 x 1023 molekul gas NH3 STP
→mol    = 1,204 x 1023 : 6,02 x 1023 = 0,2 mol
     V        = 0,2 x 22,4 L = 4,48 L
c)    23 gram gas NO2 STP
→ Mol NO2    = Massa NO2 : mm = 23 : 46 = 0,5 mol
     V                  = 0,5 x 22,4 L = 11,2 L
d)    7,5 gram gas C2H6 diukur pada keadaan 40 gram gas  SO3 volumnya 12 L
→Massa C2H6 / Mr C2H6 : Massa SO3 / Mr SO3 = Volume C2H6 : Volume SO3
     7,5 gram / 30 : 40 gram / 80 = Volume C2H6 : 12 L
     7,5 gram  / 30 : 2 gram / 1 = Volume C2H6 : 12 L
     Volume C2H6 = 7,5 gram x 2 gram x 12 L / 30
     Volume C2H6 = 6 L
4 Suatu senyawa organik sebanyak 66 gram tersusun oleh 36 gram karbon,6 gram hidrogen dan sisanya oksigen . Jika Mr = 88 , Ar H = 1 , C=12 , dan O=16, tentukan :
a)    Rumus Empiris (RE)
b)    Rumus Molekul (RM)
PEMBAHASAN
Massa O = Massa senyawa organik – (Massa C + Massa H)
      = 66 – 42 = 24 gram
Mol C    :    Mol H    :    Mol O
36/12    :    6/1    :    24/16
3/1    :    6/1    :    3/2
6    :    12    :    3
2    :    4    :    1

RE = C2H4O
RM    = (C2H4O)n = Mr
           = (C2H4O)n = 88
            = (24+4+16)n = 88
            = 44n = 88
             = n = 2
RM    : (C2H4O)n
           : (C2H4O)2
           : C4H8O2
5. Sebanyak 5,6 gram besi (Fe) direaksikan dengan 150 mL larutan HNO3 2M sesuai reaksi sebagai berikut : Fe(s) + 2 HNO3 → Fe(NO3)2(aq) + H2(g). Tentukanlah :
a)    Pereaksi Pembatas (PP)
b)    Zat apakah yang tersisa dan berapakah massanya
c)    Massa Fe(NO3)2 yang terbentuk
d)    Volume gas H2 yang terbentuk diukur pada STP
Ar H=1 Fe=56 N=14 O=16
PEMBAHASAN :
    Mol Fe = Massa : mm = 5,6 / 56 = 0,1 mol
    Mol HNO3 = M x L = 2 x 0,15 = 0,3 mol
    Fe(s) + 2 HNO3 → Fe(NO3)2(aq) + H2(g)
a)    Pereaksi Pembatas (PP)
Fe = mol / koef = 0,1 / 1 = 0,1
HNO3 = mol / koef = 0,3 / 2 = 0,15
PP = Fe (diambil yang sedikit/ cepat habis)
Fe(s)    + 2 HNO3 →    Fe(NO3)2(aq)    +    H2(g)
Mula :    0,1         0,3        -            -
Reaksi:    0,1          0,2    +    0,1            0,1    -
Sisa :    0            0,1        0,1            0,1
b)    Zat yang tersisa dan massanya
HNO3 , Massa = 0,1 x 63 = 6,3 gram
c)    Massa Fe(NO3)2 yang terbentuk
Massa = 0,1 x 180 = 18 gram
d)    Volum gas H2 yang terbentuk
Volume H2 = mol x 22,4 L = 0,1 x 22,4 = 2,24
  1. Perhatikan persamaan reaksi berikut:
4 Al(s) + 3 O2(g) –> 2 Al2O3(s)
Massa gas oksigen sekurang-kurangnya yang diperlukan untuk menghasilkan 1,0 mol aluminum oksida adalah …. (Ar Al = 27, O = 16)
a. 32.0 g
b. 48.0 g
c. 96.0 g
d. 180 g
e. 192 g
Pembahasan:
Perbandingan mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi sesuai dengan perbandingan koefisien reaksi.
mol O2 : mol Al2O3 = 3 : 2.
1,0 mol Al2O3 memerlukan O2 sebanyak 3/2 x 1,0 mol = 1,5 mol.
Massa O2 yang diperlukan = 1,5 mol x (2×16) gram/mol = 48 gram.
  1. Pada pembakaran 10 gram batu kapur, CaCO3 dihasilkan kapur tohor atau juga dikenal sebagai gamping, CaO sebanyak … gram (Ar Ca = 40, C = 12, O = 16)
a. 2,8
b. 5,6
c. 6,9
d. 8,1
e. 9,6
Pembahasan:
CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g)
Mr CaCO3 = 40 + 12 + 3.16 = 100. Mm (massa molar) = 100 gram/mol.
10 gram CaCO3 = 10 gram : 100 gram/mol = 0,1 mol.
n CaO = 1/1 x 0,1 mol = 0,1 mol.
Massa CaO = 0,1 mol x (40 + 16) gram/mol = 5,6 gram.
  1. Jika 13 gram seng direaksikan dengan asam klorida berlebihan, menghasilkan gas hidrogen pada STP sebanyak …. (Ar Zn = 65)
a. 22,4 L
b. 11,2 L
c. 5,6 L
d. 4,48 L
e. 2,24 L
Pembahasan:
Persamaan reaksi molekulernya adalah sebagai berikut:
Zn(s) + 2 HCl(aq) → ZnCl2(aq) + H2(g)
Massa Zn = 13 gram.
n Zn = 13 gram / 65 gram/mol = 0,2 mol.
n H2(g) = 1/1 x 0,2 mol = 0,2 mol.
Vm (volum molar) = 22,4 L/mol (STP)
V H2 (STP) = 0,2 mol x 22,4 L/mol = 4,48 L.


  1. Untuk menghasilkan 44,8 L gas hidrogen (STP), x gram magnesium direaksikan dengan asam klorida berlebih. Massa Mg dalam gram adalah …. (Ar Mg = 24, H = 1)
a. 12
b. 24
c. 36
d. 48
e. 52
Pembahasan:
Persamaan reaksi molekuler:
Mg(s) + 2 HCl(aq) → MgCl2(aq) + H2(g)
Pada STP, Vm = 22,4 L/mol.
n H2(g) = 44,8 L / 22,4 L.mol-1 = 2 mol.
n Mg(s) = 1 / 1 x 2 mol = 2 mol.
Massa Mg(s) = 2 mol x 24 gram/mol = 48 gram.
  1. Gas CO2 dapat dihasilkan dari reaksi berikut:
CaCO3(s) + 2HCl(aq) –> CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)
20 gram pualam, CaCO3 di atas habis bereaksi dengan asam klorida berlebih. Jika pada kondisi yang sama, massa 1 L N2(g) = 1 gram, maka volum CO2(g) yang dihasilkan adalah …. (Ar Ca = 40, C = 12, O = 16)
a. 56 L
b. 28 L
c. 12 L
d. 5,6 L
e. 2,8 L
Pembahasan:
CaCO3(s) + 2 HCl(aq) → CaCl2(aq) + CO2(g) + H2O(l)
Untuk mengubah massa pualam menjadi mol, maka massa tiap satu mol zat harus dihitung dahulu. Massa 1 mol zat sesuai dengan Mr zat.
Mr CaCO3(s) = 40 + 12 + 3.16 = 100.
n CaCO3(s) = 20 gram / 100 gram.mol-1 = 0,2 mol.
n CO2(g) = 1/1 x 0,2 mol = 0,2 mol.
Pada kondisi sama, berarti pada T dan P yang sama, perbandingan volum gas = perbandingan mol.
V CO2 / V N2 = n CO2 / n N2
V CO2 = 0,2 / (1/28) x 1 L = 0,2 x 28 L = 5,6 L.



  1. Perhatikan persamaan reaksi berikut: Mg (s) + I2 (s) –> MgI2 (s)
Diantara pernyataan berikut, kondisi yang menunjukkan bahwa Mg merupakan pereaksi pembatas adalah ….
a. 200 atom Mg dan 160 molekul I2
b. 0.16 mol Mg dan 0.25 mol I2
c. 100 atom Mg dan 100 molekul I2
d. 0.12 mol Mg dan 0.08 mol I2
e. 180 atom Mg dan 120 molekul I2
Pembahasan:
Pereaksi pembatas adalah pereaksi yang membatasi suatu reaksi. Suatu reaksi akan berhenti apabila salah satu pereaksinya habis. Jadi pereaksi pembatas akan habis terlebih dahulu. Menurut persamaan reaksi, mol Mg = mol I2. Karena Mg merupakan pereaksi pembatas, tentu pilihan jawabannya adalah (b), karena Mg jumlah molnya lebih sedikit.
  1. Tembaga bereaksi dengan belerang jika dipanaskan, persamaan reaksinya
Cu(s) + S(s) → CuS(s)
Diketahui Ar Cu = 64 dan Ar S = 32. Sebelum dipanaskan, 32 gram Cu dicampur dengan 32 gram belerang. Pernyataan berikut yang sesuai dengan reaksi dan kondisi di atas adalah ….
a. Cu dan S keduanya habis bereaksi
b. Cu pereaksi pembatas
c. sisa tembaga yang tidak bereaksi = massa tembaga yang bereaksi
d. CuS yang terbentuk = 64 gram
e. massa zat sesudah reaksi = massa CuS + sisa Cu
Pembahasan:
Cu(s) + S(s) → CuS(s)
Untuk menjawab pertanyaan di atas, maka jumlah mol masing-masing zat harus dihitung dahulu.
n Cu = 32 gram / 64 gram.mol-1 = 0,5 mol.
n S = 32 gram / 32 gram.mol-1 = 1 mol.
Berdasarkan persamaan reaksi, mol Cu = mol S. Karema jumlah mol Cu yang tersedia lebih sedikit dibanding jumlah mol S, maka Cu adalah pereaksi pembatas.
  1. Suatu kristal putih, yaitu natrium karbonat dekahidrat mengandung air kristal sebesar x%. Jika Ar Na = 23; C = 12, O = 16, dan Ar H =1, harga x adalah ….
a. 68%
b. 63%
c. 59%
d. 37%
e. 32%
Pembahasan:
Natrium karbonat dekahidrat adalah suatu kristal garam yang mengadung molekul-molekul air kristal. Hidrat adalah molekul air yang ikut mengkristal bersama dengan garam. Rumus kimia: Na2CO3.10H2O. Dari rumus kimia dapat dinyatakan bahwa setiap satu mol kristal garam terdapat 10 mol air kristal. Untuk menentukan persentase air kristal, maka Mr kristal harus dihitung dahulu.

Mr Na2CO3.10H2O = 2 x 23 + 12 + 3 x 16 + 10 x 18 = 286.
% air kristal = 180/286 = 63%.

  1. CuSO4.xH2O(s) –> CuSO4(s) + x H2O(g)
Diketahui Ar Cu = 64, S = 32, O = 16, dan Ar H = 1. Jika 2,5 gram kristal dipanaskan, terbentuk 1,6 gram tembaga(II) sulfat. Banyaknya molekul air kristal, x dalam kristal di atas adalah ….
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
e. 6
Pembahasan:
CuSO4.xH2O(s) → CuSO4(s) + x H2O(g)
Massa air kristal = 2,5 gram – 1,6 gram = 0,9 gram.
n CuSO4 : n H2O =
1 : x (Mr CuSO4 = 64 + 32 + 4 x 16 = 160)
= 1,6/160 : 0,9/18
= 0,01 : 0,05 = 1 : 5.
Jadi x = 5.
  1. Suatu kristal putih, yaitu natrium karbonat dekahidrat mengandung air kristal sebesar x%. Jika Ar Na = 23; C = 12, O = 16, dan Ar H =1, harga x adalah ….
a. 68%
b. 63%
c. 59%
d. 37%
e. 32%
Pembahasan:
Natrium karbonat dekahidrat adalah suatu kristal garam yang mengadung molekul-molekul air kristal. Hidrat adalah molekul air yang ikut mengkristal bersama dengan garam. Rumus kimia: Na2CO3.10H2O. Dari rumus kimia dapat dinyatakan bahwa setiap satu mol kristal garam terdapat 10 mol air kristal. Untuk menentukan persentase air kristal, maka Mr kristal harus dihitung dahulu.
Mr Na2CO3.10H2O = 2 x 23 + 12 + 3 x 16 + 10 x 18 = 286.
% air kristal = n x Mr H2O / Mr Total
= 180             /    286
= 63%.

  1. CuSO4.xH2O(s) –> CuSO4(s) + x H2O(g)
Diketahui Ar Cu = 64, S = 32, O = 16, dan Ar H = 1. Jika 2,5 gram kristal dipanaskan, terbentuk 1,6 gram tembaga(II) sulfat. Banyaknya molekul air kristal, x dalam kristal di atas adalah ….
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
e. 6
Pembahasan:
CuSO4.xH2O(s) → CuSO4(s) + x H2O(g)
Massa air kristal = 2,5 gram – 1,6 gram = 0,9 gram.
n CuSO4 : n H2O = 1 : x (Mr CuSO4 = 64 + 32 + 4 x 16 = 160)
= 1,6/160 : 0,9/18 = 0,01 : 0,05 = 1 : 5.
Jadi x = 5.
1.      Pasangan senyawa di bawah ini yang merupakan senyawa ion adalah …
a.        NaCl dan KBr
b.      CH4 dan NH3
c.       SO2 dan HCl
d.       H2O dan KBr
e.        KCl dan HCl

Jawab: a
Syarat ikatan ion: golongan I A / II A berikatan dengan VI A / VII A
Na dan K golongan I A
Cl dan Br golongan VII A
2.       Nomor atom unsur P, Q, R dan S adalah 6, 9, 11, dan 18. Pasangan unsur-unsur yang diharapkan dapat membentuk ikatan ion adalah …
a.       P dan Q
b.      R dan Q
c.       Q dan S
d.      S dan R
e.       P dan S

Jawab: b.
 
6P  = 2 4 Golongan IV A
9Q  = 2 7 Golongan VII A
11R = 2 8 1 Golongan I A
18S  = 2 8 8 Golongnan VIII A
Syarat ikatan ion: golongan I A / II A berikatan dengan VI A / VII A



3.      Suatu senyawa dengan rumus molekul XY. Jika konfigurasi elektron atom X: 1s2 2s2 2p6 3s2 dan konfigurasi elektron atom Y: 1s2 2s2 2p4, maka XY mempunyai ikatan …
a.       Kovalen polar
b.      Kovalen non polar
c.       Kovalen koordinasi
d.      Elektrovalen
e.       Logam


Jawab: d
X : 3s2 Golongan II A  Ikatan ion / elektrovalen
Y : 2p4 2s2 Golongan VI A Ikatan ion / elektrovalen
4.      Pasangan unsur yang membentuk ikatan kovalen adalah …
a.       17X dan 11Y
b.      12P dan 17Q
c.       6R dan 17Q
d.      20M dan 16T
e.       19A dan 35B

Jawab: c
Syarat ikatan kovalen: golongan IV A, V A, VI A, VII A, dan H
17X  : 2 8 7    dan 11Y : 2 8 1       ikatan ion
12P  : 2 8 2    dan 17Q : 2 8 7       ikatan ion
6R   : 2 4        dan 17Q : 2 8 7      ikatan kovalen
20M : 2 8 8 2 dan 16T : 2 8 6      ikatan ion
19A  : 2 8 8 1 dan 35B : 2 8 18 7 ikatan ion

5.      Deretan senyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali
a.       HF, HCl, HI
b.      BH3, BF3 CO2
c.       H2O, NH3, CO2
d.      Li2O, CaO, MgO
e.       IF5, CCl4, CF4

Jawab: d
 Syarat ikatan kovalen: golongan IV A, V A, VI A, VII A, dan H
 Pilihan D : terdapat Ca dan Mg   Golongan II A

6.      Di antara senyawa berikut yang bukan molekul kovalen polar adalah …
a.        HCl
b.      NaCl
c.       NH3
d.      H2O
e.       PCl3


Jawab : b

Molekul
Penyusun
Keterangan
Ikatan
HCl
Gas – Gas
2 atom tidak sejenis : polar
Kovalen polar
NaCl
Logam – Gas
              Ion
NH3
Gas – Gas
PEI = 3 N golongan V A PEB = 5 – 3 = 2
Kovalen polar
H2O
Gas – Gas
PEI = 2 O golongan VI A PEB = 6 – 2 = 4
Kovalen polar
PCl3
Gas – Gas
PEI = 3 P golongan V A PEB = 5 – 3 = 2
Kovalen polar






7.      Di antara senyawa berikut yang paling polar adalah …
a.       HF
b.      HCl
c.       F2
d.      HBr
e.       HI

Jawab: a
Paling polar     →   beda keelektronegatifan besar
HF → golongan I A dan VII A maka elektronegativitasnya besar

8.      Di antara senyawa-senyawa berikut, yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah …
(1) HF
(2) NH3
(3) H2O
(4) HCl
a.       (1), (2) dan (3)
b.       (2) dan (3)
c.        (1) dan (3)
d.       (1), (2) dan (4)
e.        (1), (2), (3) dan (4)

Jawab: a
 Syarat ikatan hidrogen: H berikatan langsung dengan N, F, atau O. Pilihan (1), (2) dan (3) benar.
9.      Titik didih HF lebih tinggi daripada HCl. Hal ini disebabkan karena antara molekul-molekul HF terdapat ikatan …
a.       kovalen
b.      ion
c.       hidrogen
d.      van der waals
e.       kovalen koordinat

Jawab: c
 
HF →  H berikatan langsung dengan F, artinya ikatan hidrogen Ikatan hidrogen membuat senyawa mempunyai titik didih tinggi.
10.  Diketahui nomor atom H = 1; C=6; N = 7; O = 8; P=15; dan Cl =17. Senyawa berikut mengikuti aturan octet, kecuali …

a.       CHCl3
b.      NH3
c.       H2O
d.      CH4
e.       PCl5

Jawab : e.

Teori octet menyatakan bahwa disekitar atom pusat terdapat 4 pasang electron ikatan
( 8 elektron), sedangkan pada PCl¬5, atom pusatnya P terdapat 5 pasang electron ikatan (10 elektron), disebut dengan super octet.
11.   Unsur X mempunyai nomor atom 20. Senyawa garamnya bila dipanaskan akan menghasilkan
gas yang dapat mengeruhkan air barit. Rumus senyawa tersebut adalah …

a. X2SO4             b. XSO4             c. X2CO3          d. XCO3          e. XCl2

Jawab : d

Unsur X yang mempunyai nomor atom 20, berarti unsur Ca.
Senyawa yang dipanaskan dan menghasilkan gas adalah CaCO3.
Reaksinya : CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g)
CO2(g) + Ba(OH)2(aq) → BaCO3(s) + H2O(l)
Air barit (barium hidroksida)
12.  Senyawa manakah yang tidak membentuk ikatan hidrogen antar molekulnya ?

a. CH3CHO          b. CH3NH2        c. CH3OH         d. NH3       e. NH4OH

Jawab : a

Ikatan hidrogen antar molekul terdapat pada molekul-molekul yang mempunyai atom hidrogen yang terikat pada atom N, O atau F. Pada molekul CH3CHO, atom H tidak terikat pada atom O.
H
H-C-C-H
H

13.  Unsur X mempunyai konfigurasi elektron 2. 8. 6. Unsur tersebut akan membentuk ion . . . .
a.       X3-
b.      X2-
c.       X-
d.      X+
e.       X2+

Jawab : b
Elektron Valensinya 6, sehingga untuk mencapai kestabilan unsur X akan menerima 2 elektron dan membentuk ion negatif.
14.  Jika unsur A memiliki nomor atom 8 dan nomor massa 18, struktur dari A2- terdiri atas . . . .
a.       10 elektron, 8 proton, 8 neutron
b.      10 elektron, 8 proton, 10 neutron
c.       8 elektron, 8 proton, 10 neutron
d.      8 elektron, 8 proton, 18 neutron
e.       6 elektron, 8 proton, 10 neutron

Jawab : b
Jika unsur A memiliki nomor atom 8 maka elektron valensinya adalah 6 sehingga menerima 2 elektron dan jumlah elektronnya menjadi 10. Nomor atomnya 8 sehingga mempunyai 8 proton. Jumlah neutron sama dengan nomor massa dikurangi proton, 18 – 8 = 10 neutron.
15.  Cermati tabel berikut !
Unsur
Konfigurasi Elektron
P
2. 2
Q
2. 8
R
2. 8. 1
S
2. 8. 6
T
2. 8. 7

Tabel diatas menunjukan konfigurasi elektron unsur P, Q, R, S dan T. Unsur yang paling mudah menangkap 1 elektron adalah . . . .
a.       P
b.      Q
c.       R
d.      S
e.       T

Jawab  : e
Unsur  T mempunyai elektron valensi 7. Sehingga paling mudah menangkap 1 elektron untuk mencapai kestabilan agar elektron valensinya menjadi 8.
16.  Kr  yang mempunyai nomor atom 36 termasuk golongan gas mulia. Hal ini ditunjukan oleh  . . . .
a.       Keelektronegatifan Kr besar
b.      Mudahnya bereaksi dengan unsur lain
c.       Membentuk ikatan ion
d.      Elektron valensinya 8
e.       Termasuk golongan VII A

Jawab : d
Golongan gas mulia atau golongan VIII A, unsur-unsurnya mempunyai elektron valensi 8. Nomor atom Kr adalah 36. Sehingga konfigurasi elektronnya 2. 8. 18. 8
17.  Diantara unsur-unsur berikut ini yang cenderung melepas 2 elektron adalah . . . .
a.       9F
b.      12Mg
c.       15P
d.      17Cl
e.       18Ar

Jawab : b
Konfigurasi elektron dari 12Mg adalah 2. 8. 2. Sehingga untuk mencapai kestabilan, unsur tersebut akan melepas 2 elektron.
18.  Atom 15P akan mencapai kestabilan dengan cara . . . .
a.       Menangkap 1 elektron
b.      Melepas 2 elektron
c.       Menangkap 2 elektron
d.      Melepas 3 elektron
e.       Menangkap 3 elektron

Jawab : e
15P  konfigurasi elektronnya adalah 2. 8. 5. Sehingga untuk mencapai kestabilan unsur tersebut menangkap 3 elektron agar elektron valensinya 8.

19.  Atom berikut ini yang mencapai kestabilan dengan mengikuti kaidah duplet adalah . . . .
a.       Litium
b.      Natrium
c.       Magnesium
d.      Aluminium
e.       Klor

Jawab : a
Nomor atom litium adalah 3. Atom-atom yang mempunyai nomor atom kecil mulai dari hidrogen sampai boron cenderung memiliki konfigurasi elekrton gas helium atau mengikuti kaidah duplet.
20.  Unsur Y mempunyai konfigurasi elektron 2. 8. 2. Unsur ini lebih mudah membentuk ikatan ion dengan unsur lain yang mempunyai konfigurasi elektron
. . . .
a.       2. 8. 1
b.      2. 8. 4
c.       2. 8. 5
d.      2. 8. 6
e.       2. 8. 7

Jawab : d
Unsur Y memiliki elekron valensi 2. Unsur ini lebih mudah membentuk ikatan ion dengan unsur lain yang mempunyai konfigurasi elektron 2. 8. 6
Dengan elekron valensi 6.